Ketua Umum LSM PAKIS, Abdurahman Tohir, saat menggelar konferensi pers terkait konflik pemilihan kepala desa gelombang ke-2 di Bangkalan.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - LSM Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (PAKIS) meminta Pemkab Bangkalan untuk segera bertindak terkait konflik Pilkades gelombang ke-2 tahun ini yang telah menelan 2 korban tewas, dan 1 kritis.
Ketua Umum LSM PAKIS, Abdurahman Tohir, mendesak pemerintah daerah setempat agar berkoordinasi dengan pihak penyelenggara dalam rangka menyelesaikan persoalan yang tengah terjadi dengan mengambil tindakan terarah serta terukur.
BACA JUGA:
- DKBP3A Bangkalan Gelar Pelatihan Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Madura Semprot Gunungan Sampah di TPS Bangkalan
- Ruang Pantomim Bangkalan Turun ke CFD, Kenalkan Seni yang Telah Ukir Prestasi Nasional
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
"Lembaga seperti P2KD, Sub-TFPKD, dan TFPKD harusnya bisa mengantisipasi permasalahan yang telah terjadi di beberapa desa, mereka harus menyikapi permasalahan dengan arif dan bijak sebagai satu kesatuan untuk menciptakan kondusivitas pelaksanaan Pilkades 2023," paparnya kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (12/4/2023).
Bahkan, ia menyayangkan kejadian berdarah yang menimpa masyarakat di Desa Bator, Kecamatan Klampis. Seharusnya, kata Tohir, pihak terkait bisa mengantisipasi insiden yang terjadi di sana.
"Saya sangat sedih dengan kejadian yang menimpa Desa Bator, bagaimana yang seharusnya terjadi suasana damai dan kondusif tak bisa dicegah, serta atasi dengan baik oleh stakeholder yang mempunyai kewenangan," ujarnya.
Ia mengimbau kepada para pendukung calon Pilkades tahap ke-2 yang akan melakukan pemilihan agar menjunjung tinggi sportivitas dan kondusivitas, agar penyelenggaraan pesta demokrasi desa dapat berjalan aman dan damai.
"Masyarakat harus saling menghargai satu sama lain walaupun mereka memiliki pilihan masing-masing kerukunan harus selalu dijaga agar tidak terulang peristiwa yang tidak diinginkan," pungkasnya. (mil/uzi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





